NAMA : APRILLIA SARI, S.Pd
MATA
PELAJARAN
: BAHASA INGGRIS
HARI /
TANGGAL
: SENIN, 13 JULI 2026
KELAS
: 7A, 7C DAN 7D
MATERI
:
GERAKAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(CP) :Peserta didik mengetahui apa saja gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN
(TP) : Peserta didik mampu mempraktikkan gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia dalam kegiatan sehari- hari
MATERI :
GERAKAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia adalah sebuah inisiatif
strategis dalam pendidikan karakter yang bertujuan untuk membentuk fondasi
moral, mental, dan perilaku anak-anak Indonesia sejak usia dini. Di tengah era
globalisasi dan transformasi digital yang dinamis, penanaman nilai-nilai luhur
budaya bangsa menjadi benteng utama agar generasi muda tetap memiliki
kepribadian yang kokoh, berintegritas, serta berdaya saing global.
TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA
Kebiasaan 1: Beribadah dan Bersyukur (Nilai Religius)
Anak Indonesia membiasakan diri
untuk taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diterima. Kebiasaan ini
meletakkan fondasi spiritual yang kuat.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Melaksanakan ibadah tepat waktu secara rutin.
·
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
(makan, belajar, tidur).
·
Menghormati perbedaan agama dan tempat ibadah
teman sesama bangsa.
Kebiasaan 2: Hormat dan Santun kepada Orang Tua dan Guru
(Nilai Budaya/Etika)
Menghormati orang tua di rumah
dan guru di sekolah sebagai wujud terima kasih dan adab keluhuran budi. Sopan
santun tercermin dari tutur kata yang lembut dan sikap yang menghargai orang
yang lebih tua.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Berpamitan dan mencium tangan orang tua sebelum
berangkat ke sekolah.
·
Berbicara dengan bahasa yang sopan dan tidak
menyela pembicaraan.
·
Mendengarkan dengan penuh perhatian saat guru
sedang menjelaskan materi pelajaran.
Kebiasaan 3: Jujur dalam Perkataan dan Perbuatan (Nilai
Integritas)
Membiasakan diri untuk selalu
berkata benar, tidak berbohong, tidak menyontek, dan berani mengakui kesalahan.
Kejujuran adalah modal utama dalam membangun kepercayaan dan reputasi diri di
masa depan.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Mengerjakan ujian atau tugas sekolah dengan
kemampuan sendiri tanpa menyontek.
·
Mengembalikan barang milik orang lain yang
ditemukan atau dipinjam.
·
Mengaku dengan jujur dan meminta maaf jika
melakukan kesalahan tanpa mencari alasan.
Kebiasaan 4: Disiplin dan Mandiri (Nilai Tanggung Jawab)
Anak Indonesia mampu mengatur
waktu dengan baik, menaati peraturan yang berlaku, serta menyelesaikan
tugas-tugas pribadinya tanpa harus selalu bergantung penuh pada orang lain.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Bangun tidur tepat waktu dan merapikan tempat
tidur sendiri.
·
Menyiapkan peralatan sekolah dan pakaian seragam
secara mandiri.
·
Hadir di sekolah atau tempat kegiatan tepat
waktu sesuai jadwal.
Kebiasaan 5: Gemar Membaca dan Belajar (Nilai
Kognitif/Kreativitas)
Menumbuhkan rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Kebiasaan membaca buku, mengeksplorasi
hal-hal positif, serta terus belajar menjadi kunci utama untuk membuka wawasan
dunia.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Menyisihkan waktu minimal 15-30 menit setiap
hari khusus untuk membaca buku non-pelajaran.
·
Aktif bertanya dan berdiskusi mengenai fenomena
sains atau sosial yang ada di sekitar.
·
Mengurangi durasi bermain gawai (screen time)
dan menggantinya dengan aktivitas literasi.
Kebiasaan 6: Menjaga Kebersihan dan Kesehatan (Nilai Pola
Hidup Sehat)
Membudayakan pola hidup bersih
di lingkungan rumah, sekolah, maupun fasilitas umum, serta menjaga kesehatan
tubuh melalui asupan nutrisi seimbang dan olahraga teratur.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Membuang sampah selalu pada tempatnya dan ikut
serta memilah sampah.
·
Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah
beraktivitas di luar.
·
Mengonsumsi makanan bergizi (sayur, buah,
protein) dan berolahraga secara rutin.
Kebiasaan 7: Gotong Royong dan Peduli Sesama (Nilai
Sosial/Nasionalis)
Mengembangkan sikap empati, suka
membantu teman atau tetangga yang mengalami kesulitan, serta aktif
berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan sosial.
Contoh Penerapan Nyata:
·
Membantu teman yang terjatuh atau membutuhkan
bantuan penjelasan materi pelajaran.
·
Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti
membersihkan ruang kelas atau halaman rumah.
·
Menyisihkan sebagian uang saku untuk
disumbangkan kepada korban bencana alam.
1. Seorang siswa menemukan dompet di kantin sekolah. Meskipun tidak ada orang yang melihat, ia segera menyerahkan dompet tersebut ke ruang guru. Tindakan siswa tersebut mencerminkan Kebiasaan 3, yaitu...
A. Beribadah dan bersyukur
B. Disiplin dan mandiri
C. Gotong royong dan peduli sesama
D. Jujur dalam perkataan dan perbuatan
2. Berdasarkan panduan Kebiasaan 5, manakah aktivitas berikut yang paling efektif dilakukan seorang pelajar SMP untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan wawasan dunia?
A. Mengerjakan tugas
sekolah secara mandiri tanpa bertanya
B. Hanya membaca buku pelajaran menjelang ujian saja
C. Membaca buku non-pelajaran selama 15-30 menit setiap hari
D. Menghabiskan waktu untuk bermain gawai sesering mungkinA. Gotong royong di
lingkungan rumah
B. Hormat dan santun kepada orang tua
C. Disiplin dan mandiri
D. Menjaga kebersihan dan kesehatan
4. Ketika sedang berada di dalam kelas dan guru sedang memberikan penjelasan, sikap yang mencerminkan Kebiasaan 2 (Hormat dan Santun) adalah...
A. Berdiskusi dengan
teman sebangku tentang materi
B. Menyela pembicaraan guru untuk bertanya
C. Mengerjakan tugas lain agar waktu lebih efisien
D. Mendengarkan dengan penuh perhatian
5. Mengembangkan sikap empati dan menyisihkan sebagian uang saku untuk membantu korban bencana alam adalah penerapan dari Kebiasaan 7, yaitu...
A. Gotong royong dan
peduli sesama
B. Jujur dalam perkataan dan perbuatan
C. Disiplin dan tanggung jawab
D. Beribadah dan bersyukur

Komentar
Posting Komentar