NAMA GURU : APRILLIA SARI, S,PD
MATA PELAJARAN
: BAHASA
INGGRIS
HARI / TANGGAL
: RABU, 8 APRIL 2026
KELAS
: 8C DAN 8D
MATERI
: SO AND TOO
TUJUAN PEMBELAJARAN
: 1. Siswa Mampu memahami pengertian SO and TOO
2. Siswa
Mampu Memahami Penggunaan SO and TOO
3. Siswa Mampu membuat Kalimat menggunakan SO and
TOO
SO AND TOO
So dan too adalah kata yang
sederhana dalam Bahasa Inggris. Meskipun demikian, tak jarang orang menggunakan
kedua kata ini dalam konteks kalimat yang salah. ‘Kecil-kecil cabe rawit’
mungkin bisa menjadi deskripsi yang tepat bagi kedua kata ini.
Kata so dan too bisa
digunakan pada dua konteks yang berbeda. Yang pertama, kata ini digunakan jika
kamu ingin menyatakan kondisi yang sama dengan apa yang dikatakan lawan bicara
atau teks yang muncul sebelumnya. Dengan kata lain, kedua kata ini dapat
digunakan untuk mengungkapkan ekspresi ‘juga’ atau ‘saya juga’. Untuk lebih
jelasnya, kamu dapat menyimak beberapa contoh dibawah ini.
1. Tina
likes the Backstreet Boys and I like them, too.
2. Jono:
I ate fried rice this morning.
Tika: So did
I.
Pada kalimat 1, subyek
‘I’ mengatakan bahwa Tina menyukai grup musik Backstreet Boys, sama seperti
dirinya. Subyek ‘I’ menyatakan kesamaan tersebut lewat kata ‘too’.
Sementara pada kalimat 2, Tika mengatakan bahwa dia juga memakan menu sarapan
yang sama sperti Jono, yaitu nasi goreng. Pernyataan tersebut tampak dari kata
‘so’.
Bukan hanya untuk
menyatakan kesamaan atau ‘juga’, kata so too pun
bisa kamu gunakan untuk menerangkan kata lain, misalnya adverb (kata
keterangan), pada suatu kalimat. Meskipun memiliki fungsi yang sama dalam hal
ini, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dapatkah kamu merasakan
perbedaannya dalam kalimat berikut ini?
1. The
weather is so hot that I feel like being in the desert.
2. Jakarta
is too hot for me to stay.
Untuk Menyatakan ‘Juga’
Seperti sudah dibahas di
atas, kata so too memiliki kesamaan fungsi untuk
menyatakan ekspresi ‘juga’ dalam kalimat positif. Tapi, ketika digunakan dalam
kalimat, keduanya memiliki struktur yang berbeda. Too berada
di akhir kalimat, sedangkan so berada di awal kalimat pada
contoh di atas.
Sebenarnya kedua kata
tersebut berperan dalam meringkas kalimat untuk menjadi lebih pendek tanpa
mengurangi maknanya. So dan too juga berguna
untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam satu kalimat. Simak
contoh-contoh di bawah ini.
1. Alika
lives in Indonesia.
2. Tobi
lives in Indonesia.
3. Alika
lives in Indonesia and Tobi lives in Indonesia.
Kalimat 3 merupakan
penggabungan kalimat 1 dan 2 dengan menggunakan kata hubung ‘and’. Namun,
menggabungkannya secara utuh membuat kalimat tersebut mengalami pengulangan dan
mengurangi estetika kalimat dan juga kenyamanan saat membacanya. Nah, disinilah
kata so dan too dapat memainkan perannya.
Kalimat 3 pada contoh di atas dapat diubah menjadi:
- Alika lives in Indonesia and so does
Tobi. (Alika tinggal di Indonesia dan Tobi juga)
- Alika lives in Indonesia and Tobi does, too.
(Alika tinggal di Indonesia dan Tobi juga)
So
Ketika kamu menggunakan
kata ‘so’, kata tersebut harus diletakkan di depan atau tepat setelah
kata sambung ‘and’. Lalu, kata ‘so’ harus diikuti dengan to be (is, am,
are, was, were) atau auxiliary (do, does, did) sesuai dengan kalimat pertama
(dalam konteks ini ‘Alika lives in Indonesia’ merupakan kalimat pertama).
Setelah itu, kamu harus meletakkan subyek kedua di akhir kalimat (Tobi).
Untuk menentukan
penggunaan to be atau auxiliary, kamu harus memerhatikan Verb (kata kerja) pada
kalimat pertama. Jika kalimat pertama menggunakan to be, maka kalimat kedua pun
harus mengikuti hal yang sama. Begitu pun dengan auxiliary. Yang juga harus
menjadi perhatian kamu adalah tenses yang digunakan pada kalimat.
Contoh penggunaan to be
dengan simple present dan past tense:
- Alika is a student and so is Tobi.
- Alika was a student and so was Tobi.
Contoh penggunaan
auxiliary dengan simple present dan past tense:
- Alika lives in Indonesia and so does
Tobi.
- Alika lived in Indonesia and so did
Tobi.
Too
Berbeda dengan kata ‘so’,
‘too’ diletakkan di ujung atau akhir kalimat. Kata sambung ‘and’ pada
kalimat akan diikuti dengan subyek. Setelah itu, kamu harus meletakkan to be
atau auxiliary dengan aturan yang sama seperti pada kata ‘so’, yaitu
mengikuti Verb dari kalimat sebelumnya. Barulah setelah to be atau auxiliary
kamu bisa menaruh kata ‘too’ tersebut.
Berikut ini contoh
penggunaan ‘too’ dengan to be simple present dan past tense:
- Alika is a student and Tobi is, too.
- Alika was a student and Tobi was, too.
Contoh penggunaan ‘too’
dengan auxiliary simple present dan past tense:
- Alika lives in Indonesia and Tobi does, too.
- Alika lived in Indonesia and Tobi did, too.
Kata So Too untuk
Menerangkan Kata Lain
Fungsi lain dari
kata so too adalah untuk menerangkan adverb, adjective, dan
juga verb. Kata ‘so’ digunakan ketika kamu ingin menerangkan
seberapa cepat, seberapa indah, atau seberapa banyak suatu hal yang ada atau
terjadi. Sementara itu, kata ‘too’ digunakan untuk menerangkan bahwa
suatu hal terjadi secara berlebihan.
1. She
danced so gracefully that I could not blink my eyes from her.
(Dia menari dengan
sangat indah hingga saya tidak mampu berkedip)
1. She
walked too fast that I could not follow her.
(Dia berjalan terlalu
cepat hingga saya tidak dapat mengikutinya)
Dari kedua kalimat di
atas, kamu dapat merasakan dan mengamati bahwa kata so too memiliki
kesan yang berbeda. Kata ‘so’ bermakna lebih positif. Sementara kata ‘too’
memiliki makna yang cenderung lebih negatif karena menerangkan bahwa sesuatu
dilakukan secara berlebihan.
Cukup unik bukan kedua
kata sederhana ini? Terdapat aturan yang cukup detil ketika kamu ingin
menggunakan keduanya dalam kalimat yang baik dan benar. Jangan lupa untuk tetap
memerhatikan penggunaan tenses saat kamu membuat kalimat dengan kata so too.
Assesment :
Complete the gaps with
SO or Too.
Komentar
Posting Komentar