NAMA GURU : APRILLIA SARI, S,PD
MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS
HARI / TANGGAL : SELASA, 7 APRIL 2026
KELAS : 8D
MATERI : SO AND TOO
TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa Mampu memahami pengertian SO and TOO
2. Siswa Mampu Memahami Penggunaan SO and TOO
3. Siswa Mampu membuat Kalimat menggunakan SO and TOO
SO AND TOO
So dan too adalah kata yang sederhana dalam Bahasa Inggris. Meskipun demikian, tak jarang orang menggunakan kedua kata ini dalam konteks kalimat yang salah. ‘Kecil-kecil cabe rawit’ mungkin bisa menjadi deskripsi yang tepat bagi kedua kata ini.
Kata so dan too bisa
digunakan pada dua konteks yang berbeda. Yang pertama, kata ini digunakan jika
kamu ingin menyatakan kondisi yang sama dengan apa yang dikatakan lawan bicara
atau teks yang muncul sebelumnya. Dengan kata lain, kedua kata ini dapat
digunakan untuk mengungkapkan ekspresi ‘juga’ atau ‘saya juga’. Untuk lebih
jelasnya, kamu dapat menyimak beberapa contoh dibawah ini.
1. Tina likes the Backstreet Boys and I
like them, too.
2. Jono: I ate fried rice this morning.
Tika: So did I.
Pada kalimat 1, subyek ‘I’ mengatakan bahwa Tina menyukai
grup musik Backstreet Boys, sama seperti dirinya. Subyek ‘I’ menyatakan
kesamaan tersebut lewat kata ‘too’. Sementara pada kalimat 2, Tika
mengatakan bahwa dia juga memakan menu sarapan yang sama sperti Jono, yaitu
nasi goreng. Pernyataan tersebut tampak dari kata ‘so’.
Bukan hanya untuk menyatakan kesamaan atau ‘juga’,
kata so too pun bisa kamu gunakan untuk
menerangkan kata lain, misalnya adverb (kata keterangan), pada
suatu kalimat. Meskipun memiliki fungsi yang sama dalam hal ini, keduanya
memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dapatkah kamu merasakan perbedaannya
dalam kalimat berikut ini?
1. The weather is so hot
that I feel like being in the desert.
2. Jakarta is too hot for
me to stay.
Untuk Menyatakan ‘Juga’
Seperti sudah dibahas di atas, kata so too memiliki
kesamaan fungsi untuk menyatakan ekspresi ‘juga’ dalam kalimat positif. Tapi,
ketika digunakan dalam kalimat, keduanya memiliki struktur yang berbeda. Too berada
di akhir kalimat, sedangkan so berada di awal kalimat pada
contoh di atas.
Sebenarnya kedua kata tersebut berperan dalam meringkas
kalimat untuk menjadi lebih pendek tanpa mengurangi maknanya. So dan too juga
berguna untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam satu kalimat.
Simak contoh-contoh di bawah ini.
1. Alika lives in Indonesia.
2. Tobi lives in Indonesia.
3. Alika lives in Indonesia and Tobi lives
in Indonesia.
Kalimat 3 merupakan penggabungan kalimat 1 dan 2 dengan
menggunakan kata hubung ‘and’. Namun, menggabungkannya secara utuh membuat
kalimat tersebut mengalami pengulangan dan mengurangi estetika kalimat dan juga
kenyamanan saat membacanya. Nah, disinilah kata so dan too dapat
memainkan perannya. Kalimat 3 pada contoh di atas dapat diubah menjadi:
- Alika
lives in Indonesia and so does Tobi. (Alika tinggal di
Indonesia dan Tobi juga)
- Alika
lives in Indonesia and Tobi does, too. (Alika tinggal di
Indonesia dan Tobi juga)
So
Ketika kamu menggunakan kata ‘so’, kata tersebut
harus diletakkan di depan atau tepat setelah kata sambung ‘and’. Lalu, kata ‘so’
harus diikuti dengan to be (is, am, are, was, were) atau auxiliary (do, does,
did) sesuai dengan kalimat pertama (dalam konteks ini ‘Alika lives in
Indonesia’ merupakan kalimat pertama). Setelah itu, kamu harus meletakkan
subyek kedua di akhir kalimat (Tobi).
Untuk menentukan penggunaan to be atau auxiliary, kamu harus
memerhatikan Verb (kata kerja) pada kalimat pertama. Jika kalimat pertama
menggunakan to be, maka kalimat kedua pun harus mengikuti hal yang sama. Begitu
pun dengan auxiliary. Yang juga harus menjadi perhatian kamu adalah tenses yang
digunakan pada kalimat.
Contoh penggunaan to be dengan simple present dan past
tense:
- Alika
is a student and so is Tobi.
- Alika
was a student and so was Tobi.
Contoh penggunaan auxiliary dengan simple present dan past
tense:
- Alika
lives in Indonesia and so does Tobi.
- Alika
lived in Indonesia and so did Tobi.
Too
Berbeda dengan kata ‘so’, ‘too’ diletakkan di
ujung atau akhir kalimat. Kata sambung ‘and’ pada kalimat akan diikuti dengan
subyek. Setelah itu, kamu harus meletakkan to be atau auxiliary dengan aturan
yang sama seperti pada kata ‘so’, yaitu mengikuti Verb dari kalimat
sebelumnya. Barulah setelah to be atau auxiliary kamu bisa menaruh kata ‘too’
tersebut.
Berikut ini contoh penggunaan ‘too’ dengan to be
simple present dan past tense:
- Alika
is a student and Tobi is, too.
- Alika
was a student and Tobi was, too.
Contoh penggunaan ‘too’ dengan auxiliary simple
present dan past tense:
- Alika
lives in Indonesia and Tobi does, too.
- Alika
lived in Indonesia and Tobi did, too.
Kata So Too untuk Menerangkan Kata Lain
Fungsi lain dari kata so too adalah
untuk menerangkan adverb, adjective, dan juga verb.
Kata ‘so’ digunakan ketika kamu ingin menerangkan seberapa cepat,
seberapa indah, atau seberapa banyak suatu hal yang ada atau terjadi. Sementara
itu, kata ‘too’ digunakan untuk menerangkan bahwa suatu hal terjadi
secara berlebihan.
1. She danced so gracefully
that I could not blink my eyes from her.
(Dia menari dengan sangat indah hingga saya tidak mampu
berkedip)
1. She walked too fast
that I could not follow her.
(Dia berjalan terlalu cepat hingga saya tidak dapat
mengikutinya)
Dari kedua kalimat di atas, kamu dapat merasakan dan
mengamati bahwa kata so too memiliki kesan yang
berbeda. Kata ‘so’ bermakna lebih positif. Sementara kata ‘too’
memiliki makna yang cenderung lebih negatif karena menerangkan bahwa sesuatu
dilakukan secara berlebihan.
Cukup unik bukan kedua kata sederhana ini? Terdapat aturan
yang cukup detil ketika kamu ingin menggunakan keduanya dalam kalimat yang baik
dan benar. Jangan lupa untuk tetap memerhatikan penggunaan tenses saat kamu
membuat kalimat dengan kata so too.
Assesment :
Complete the gaps with SO or Too.

Komentar
Posting Komentar